TwitterTwitter FacebookFacebook FlickrFlickr RSSRSS

Kamis, 19 Juni 2014

Maka Nikmat Tuhan Mana Lagi Yang Kau Dustakan? Edisi: Penerima Bidik Misi

"The best feeling in the world is to know that our parents are smiling because of us"

Kemarin malam tepatnya tanggal 18 Juni 2014, aku menonton Hitam Putih Trans 7. Waktu itu Deddy Corbuzier mendatangkan Mbak Raeni, kalian tau kan? Ya. Mbak Raeni adalah mahasiswa Universitas Negeri Semarang yang lulus secara cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif 3,96! Wow banget ya.



Di acara Hitam Putih, Mbak Raeni menceritakan tentang perjuangan dirinya untuk merengkuh perguruan tinggi. Memang tidak mudah blogger, karena ternyata ayahanda dari Mbak Raeni berprofesi sebagai pengayuh becak yang sekaligus melakoni pekerjaan sampingan sebagai penjaga malam disekolah dengan penghasilan 10-50 ribu rupiah. Dulunya, Bapak Mugiyono pernah bekerja sebagai buruh pabrik kayu lapis lalu memutuskan untuk pensiun dini demi mendapatkan uang pesangon yang digunakan untuk membeli laptop sebagai kebutuhan Mbak Raeni menempuh studinya. Mbak Raeni ternyata mahasiswi penerima Bidik Misi kemudian memiliki background  SMK dengan jurusan Akuntansi, S-1 FE Pendidikan Akuntansi dan akan segera melanjutkan studinya ke Inggris dengan mendapatkan Beasiswa Presiden setelah bertemu dengan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Mbak Raeni mengaku selama kuliah juga mengikuti berbagai organisasi, lomba-lomba, menjadi aslab, bahkan menjadi guru ngaji dan guru les.

Gambar: Mbak Raeni dan ayahandanya saat bertemu dengan Bapak SBY dan Ibu Ani Yudhoyono.

Momen yang lebih mengharukan lagi adalah saat wisuda diantar oleh ayahanda tercinta dengan menggunakan becak. Mbak Raeni tidak pernah merasa minder, ungkapnya. Meskipun pada awalnya ada yang mencemooh namun hal tersebut bukan menjadi halangan Mbak Raeni untuk menyelesaikan studinya untuk membahagiakan kedua orang tuanya dan menggapai cita-citanya sebagai dosen. Bahkan hal tersebut membuatnya lebih bersemangat dan terbukti mendapatkan IPK dan beasiswa dari Presiden yang patut diacungi jempol walaupun dalam keterbatasan ekonomi.

Gambar: Bapak Mugiyono saat mengayuh becak untuk mengantarkan sang anak wisuda.

What an inspiring person, right?
Kita semua setuju dengan hal ini bahwa dibalik keterbatasan atau ketidakmampuan masih ada campur tangan Allah dibelakangnya. Bahkan ada dalam surah Arraad Ayat 79 yang mana artinya: "Sesungguhnya Allah tidak mengubah suatu kaum sampai mereka mengubah diri mereka sendiri."
Membuat aku sangat terharu karena hal ini agak mengena untuk diriku sendiri, blogger.
Aku adalah mahasiswi Pendidikan Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin yang juga penerima Bidik Misi. Memang beasiswa ini sangat bermanfaat karena dengan adanya beasiswa Bidik Misi, aku memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Sejak SMK, aku mengambil jurusan Akuntansi di SMK Negeri 1 Banjarmasin. Masih terbesit diingatan saat aku jualan roti dan pulsa elektrik ke kelas-kelas, ngajar les Bahasa Inggris anak SD dan mengikuti organisasi serta lomba-lomba. Selain sebagai pengalaman hidup, tapi tujuannya agar meringankan beban orang tua. Saat menginjak masa perkuliahan pun aku masih mengajar les Akuntansi untuk anak SMK dan les Bahasa Inggris untuk anak SD serta ketertarikan dalam hal menulis karya tulis ilmiah di sela-sela waktu luang. Tentunya dengan adanya kisah dari Mbak Raeni ini sangat menginsipirasi aku sebagai mahasiswa Bidik Misi untuk terus meningkatkan semangat belajar tidak hanya berorientasi kepada IP saja, namun sebagai agent of change kita perlu memberikan kontribusi untuk negara ini.
Banyak sekali mahasiswa/i Bidik Misi yang sangat memotivasi seperti Mbak Birrul Qodriyyah, Mahasiswi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran yang menjadi mahasiswa berprestasi UGM tentunya tidak hanya didukung prestasi akademik yang mencolok hingga semester 6 ia memiliki IPK 3,74. Kemudian Mbak Angga Dwituti Lestari, mahasiswi asal Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang berprestasi yang bahkan memiliki IPK 3,98 saat lulus wisuda. Semoga suatu saat bisa seperti mereka dan juga memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi agar bisa mencapai cita-citaku yang juga ingin menjadi dosen. Aamiin.
Pesan yang bisa kita petik adalah selalu ada jalan dari Allah ketika dibarengi dengan niat, ikhtiar dan doa walaupun dalam keterbatasan untuk meraih cita-cita. Man jadda wa jadda!

0 komentar (+add yours?)

  • Posting Komentar