TwitterTwitter FacebookFacebook FlickrFlickr RSSRSS

Minggu, 15 Desember 2013

Landasan Sosiologis Pendidikan


A.    Sejarah Lahirnya Sosilogis
Sosiologi lahir pada abad ke-19 di Eropa, karena pergeseran pandangan tentang masyarakat. Sosiologi sebagai ilmu otonom dapat lahir karena terlepas dari pengaruh filsafat. Nama sosiologi untuk pertama kali digunakan oleh August Comte (1798 – 1857). Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok -kelompok dan struktur sosialnya. Sosiologi mempunyai ciri-ciri yaitu:
A.    Empiris, adalah ciri utama sosiologi sebagai ilmu. Sebab ia bersumber dan diciptakan dari kenyataan yang terjadi di lapangan.
B.     Teoritis, adalah peningkatan fase penciptaan tadi yang menjadi salah satu bentuk budaya yang bisa disimpan dalam waktu lama dan dapat diwariskan kepada generasi muda.
C.     Komulatif, sebagai akibat dari penciptaan terus – menerus sebagai konsekuensi dari terjadinya perubahan di masyarakat, yang membuat teori – teori itu akan berkomulasi mengarah kepada teori yang lebih baik.
D.    Nonetis, karena teori ini menceritakan apa adanya tentang masyarakat beserta individu – individu di dalamnya, tidak menilai apakah hal itu baik atau buruk.


B.   Pengertian tentang Landasan Sosilogis
Kegiatan pendidikan merupakan suatu proses interaksi antara dua individu, bahkan dua generasi muda memperkembangkan diri. Kegiatan pendidikan yang sistematis terjadi di lembaga sekolah yang dengan sengaja dibentuk oleh masyarakat. Dengan meningkatkan perhatian sosiologi pada kegiatan pendidikan tersebut, maka lahirlah cabang sosiologi pendidikan.Untuk terciptanya kehidupan bermasyarakat yang rukun dan damai, terciptalah nilai-nilai sosial yang dalam perkembangannya menjadi norma-norma sosial yang mengikat kehidupan bermasyarakat dan harus dipatuhi oleh masing-masing anggota masyarakat.
Sosiologi pendidikan merupakan analisis ilmiah tentang proses sosial dan pola-pola interaksi sosial di dalam sistem pendidikan. Sosiologi pendidikan ini membahas sosiologi yang terdapat pada pendidikan. Ruang lingkup yang dipelajari oleh sosiologi  pendidikan meliputi empat bidang:
1.         Hubungan sistem pendidikan dengan aspek masyarakat lain, yang mempelajari:
A.    Fungsi pendidikan dalam kebudayaan.
B.     Hubungan sistem pendidikan dan proses kontrol sosial dan sistem kekuasaan.
C.     Fungsi sistem pendidikan dalam memelihara dan mendorong proses sosial dan perubahan kebudayaan.
D.    Hubungan pendidikan dengan kelas sosial atau sistem status.
E.     Fungsionalisasi sistem pendidikan formal dalam hubungannya dengan ras, kebudayaan, atau kelompok-kelompok dalam masyarakat.
2.         Hubungan kemanusiaan.
A.    Sifat kebudayaan sekolah khususnya yang berbeda dengan kebudayaan di luar
sekolah.
B. Pola interaksi sosial atau struktur masyarakat sekolah.
3.    Pengaruh sekolah pada perilaku anggotanya.
        A. Peran sosial guru.
        B. Sifat kepribadian guru.
        C. Pengaruh kepribadian guru terhadap tingkah laku siswa.
        D. Fungsi sekolah dalam sosialisasi anak-anak.
4.    Sekolah dalam komunitas, yang mempelajari pola interaksi antara sekolah dengan kelompok sosial lain di dalam komunitasnya.
A.    Pelukisan tentang komunitas seperti tampak dalam pengaruhnya terhadap organisasi
sekolah.
B.     Analisis tentang proses pendidikan seperti tampak terjadi pada sistem sosial komunitas kaum tidak terpelajar.
C.     Hubungan antara sekolah dan komunitas dalam fungsi kependidikannya.
D.    Faktor-faktor demografi dan ekologi dalam hubungannya dengan organisasi sekolah.
Dalam kehidupan bermasyarakat dibedakan tiga macam norma yang dianut oleh pengikutnya: 
A.             Paham Individualisme
Individualisme dilandasi teori bahwa manusia itu lahir merdeka dan hidup merdeka. Masing-masing boleh berbuat apa saja menurut keinginannya masing-masing, asalkan tidak mengganggu keamanan orang lain. Dampak individualisme menimbulkan cara pandang lebih mengutamakan kepentingan individu di atas kepentingan masyarakat. Dalam masyarakat seperti ini, usaha untuk mencapai pengembangan diri, antara anggota masyarakat satu dengan yang lain saling berkompetisi sehingga menimbulkan dampak yang kuat selalu menang dalam bersaing dengan yang kuat sajalah yang dapat eksis.
B.   Paham Kolektivisme
Paham Berhadapan dengan paham di atas adalah paham kolektivisme yang memberikan kedudukan yang berlebihan kepada masyarakat dan kedudukan anggota masyarakat secara perseorangan hanyalah sebagai alat bagi masyarakatnya.
C.       Paham Integralistik
Masing-masing anggota masyarakat saling berhubungan erat satu sama lain secara organis merupakan masyarakat. Landasan sosiologis pendidikan di Indonesia menganut paham integralistik yang bersumber dari norma kehidupan masyarakat sebagai berikut.
1)      Kekeluargaaan dan gotong royong, kebersamaan, musyawarah untuk mufakat.
2)      Kesejahteraan bersama menjadi tujuan hidup bermasyarakat.
3)      Negara melindungi warga negaranya.
4)      Selaras serasi seimbang antara hak dan kewajiban.
Oleh karena itu, pendidikan di Indonesia tidak hanya meningkatkan kualitas manusia orang perorang melainkan juga kualitas struktur masyarakatnya.

Kajian sosiologi tentang pendidikan pada prinsipnya mencakup semua jalur pendidikan, baik pendidikan sekolah maupun pendidikan diluar sekolah., baik pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah. Khusus untuk jalur pendidikan luar sekolah, terutama apabila ditinjau dari sosiologi maka pendidikan keluarga adalah peran yang sangat penting. Proses sosialisasi akan dimulai dari keluarga, dimana anak mulai mengembangkan dirinya. Dalam UU RI No. 2 Tahun 1989 Pasal 10 Ayat 4 dinyatakan bahwa, “Pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga dan yang memberikan keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral dan keterampilan”. Meskipun pendidikan formal telah mengambil sebagian tugas keluarga dalam mendidik anak, tetapi pengaruh keluarga tetap penting sebab keluarga merupakan lembaga sosial pertama yang dikenal anak.
Selain sekolah dan keluarga, proses pendidikan juga sangat dipengaruhi oleh berbagai kelompok sosial dimasyarakat seperti kelompok keagamaan, organisasi pemuda dan lain-lain. Dari hal tersebut, maka akan terdapat satu kelompok yang datang dari anak-anak lain yang hampir seusia, yang disebut kelompok sebaya. Kelompok sebaya ini merupakan agen sosialisasi yang mempunyai pengaruh kuat searah dengan bertambahnya usia anak yang mempunyai kepentingan tertentu yang bersifat sangat sementara.

C. Masyarakat Indonesia sebagai Landasan  Sosiologis Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas)
          Sampai saat ini, masyarakat Indonesia masih ditandai oleh dua ciri yang unik, yakni:
  1. Secara horizontal, ditandai oleh adanya kesatuan-kesatuan sosial atau komunitas berdasarkan perbedaan suku, agama, adat-istiadat, dan kedaerahan.
  2. Secara vertikal, ditandai oleh adanya perbedaan pola kehidupan antara lapisan atas, menengah, dan lapisan rendah.
Masyarakat Indonesia setelah kemerdekaan, utamanya pada zaman pemerintahan Orde Baru, telah mengalami banyak perubahan. Sebagai masyarakat majemuk, maka komunitas dengan ciri-ciri unik baik secara horizontal maupun vertikal masih dapat ditemukan, demikian pula halnya dengan sifat-sifat dasar dari zaman penjajahan belum terhapus seluruhnya.
Namun dengan niat politik yang kuat menjadi suatu masyarakat Indonesia serta dengan kemajuan dalam berbagai bidang pembangunan, utamanya dalam bidang pendidikan politik, maka sisi ketunggalan dari “Bhineka Tunggal Ika” makin mencuat. Berbagai upaya yang dilakukan, baik melalui kegiatan jalur sekolah (misalnya dengan mata pelajaran pendidikan moral Pancasila, pendidikan sejarah perjuangan bangsa, dan lain-lain) maupun jalur pendidikan luar sekolah (penataran P4, pemasyarakatan P4 non penataran) telah mulai menumbuhkan benih-benih persatuan dan kesatuan yang semakin kokoh. Berbagai upaya tersebut dilaksanakan dengan tidak mengabaikan kenyataan tentang kemajemukan masyarakat Indonesia.





Sumber: 

Tirtarahardja, Umar dan S. L. La Sulo. 2010. Pengantar Pendidikan. Edisi Revisi. Jakarta: PT Rineka Cipta.

0 komentar (+add yours?)

  • Posting Komentar