TwitterTwitter FacebookFacebook FlickrFlickr RSSRSS

Minggu, 17 Juni 2012

Akhirnya

Assalamualaikum, I'm kinda so excited to share this post!

Gini, tanggal 15 Juni 2012 tepatnya jam 08.00 di Aula Banjarmasin Post, aku bersama enam teman lainnya (sekolah ngirim 2 pasukan, bukan pasukan buat perang-_- tapi bersaing dalam lomba) ngikutin lomba debat FEKSI ( Festival Ekonomi Kreatif untuk SMA-sederajat Se-Indonesia) 2012 yang kala itu diadakan di Banjarmasin, kota seribu sungai.
Wah seneng sih bisa ditunjuk langsung sama kepala sekolah buat nih lomba cuman dalam pikiran udah kebayang betapa susahnya lomba ini. Terus sistem ekonomi kreatif itu apa? emang udah diterapin bener-bener di Indonesia? bagaimana benefit yang dihasilkan?
Selintas di pikiran banyak banget-nget-nget pertanyaan yang seolah membuat kepalaku sangatlah penuh.
Oh iya! pasti kalian masih bingung ya dengan lomba debat FEKSI itu apa?
Nah jadi lomba debat FEKSI itu sebenarnya adalah ajang kreatifitas para pelajar untuk mengemukakan pendapatnya dalam berkomunikasi secara efektif mengenai ekonomi kreatif dengan 3 tema:
a. Ekonomi Kreatif dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional.
b. Ekonomi Kreatif dan Bangga Produk Dalam Negeri.
c. Ekonomi Kreatif dan Budaya Kewirausahaan.

Skill utama yang diperlukan dalam lomba debat ini adalah pengetahuan.
We have to open OUR EYES, OUR EARS for knowing something even it just a lot.
Dan juga kita harus bisa ngontrol emosi dan diri.
Jujur, aku juga sebelumnya sudah pernah mengikuti English Debate tapi untuk yang ekonomi kreatif ini baru yang pertama. Dan banyak hal yang aku pelajari dari sini, dari perbedaan sistemnya kemudian cara berdebatnya serta isi-isi topik yang diperdebatkan. SANGAT BERBEDA dan MENANTANG.

Oke kembali kecerita!
Nah setelah masuk aula, kami ngisi absen tiap sekolah dulu dan ngambil nomor undian buat tampil.
Nomor undian 9 untuk babak pertama dan nomor 1 untuk babak semi final.
Wah kebetulan banget suka sama nomor 9, entah mungkin sama dengan bulan kelahiran (red. September) atau sesuatu yang berupa kenangan /?
Untuk babak pertama, tim aku mendapat giliran di putaran ketiga bersama tim dari SMAN 7 Banjarmasin dan SMAN 3 Banjarmasin.
   


Kita ngedebatin dari masalah kerajinan daerah sampai dengan masalah perfilm-an dalam negeri.
Keren sih, secara aku itu tipe orang yang suka ngayal tapi realitistis (oke, yang satu ini agak berat bahasanya)

Babak pertama selesai.
Selanjutnya setelah shalat Jum'at, diumumin deh siapa-siapa aja yang masuk 10 besar.

"Untuk posisi pertama yang akan lanjut di semifinal adalah... SMKN 1 Banjarmasin Tim B!"

Gak nyangka banget sumpah, tangan gemeter terus gak bisa nafas jadi campur aduk kayak nasi uduk.
Tapi Alhamdulillah setidaknya kami bisa masuk sampai sini dulu.
Dibabak kedua ini (ceritanya di skip ya) ternyata kami masuk jadi ranking 4.
Cuman adek kelas kami masuk buat final bersama tim dari SMAN 3 Banjarmasin dan SMAN 7 Banjarmasin.

Kecewa? Sedih?
Pasti! karna harapan-harapan buat bertanding diajang Nasional itu udah optimis kami dapat.
Tapi, aku yakin Allah punya rencana yang lain dan itu pasti yang terbaik.
Di final round, tim adek kelas berhasil untuk menjadi juara 3. Gakpapa, tapi ini udah pencapaian yang baik kok untuk lomba bidang yang sangat berbeda dari sekian lomba yang pernah kami ikutin.


 














Sebenarnya dari sebuah lomba memang harus ada yang menang dan emang ada yang kalah.
Sama hal-nya kayak lomba makan kerupuk, lomba panjat pinang.
But I'm gonna say thanks to Allah, bisa dapat pembelajaran dari lomba ini bukan hanya dari segi ilmu pengetahuan tapi juga yang pasti pembelajaran bahwasanya juara itu punya mental baja buat ngehadapin segala kemungkinan yang bakalan terjadi. That's the point!



0 komentar (+add yours?)

  • Posting Komentar